Rinduku Dibenarkan

Tak ada salah ketika sebuah rentetan cahaya yang berdiam diatas ribuan warna yang membentuk memori itu mengingatkanku pada kejadian di bulan bulan penuh ke abu abu-an.

Hal yang membuat teringat kembali pada hari itu adalah dalam diriku sendiri yang masih menyimpan hal yang sama dengan yang ku ungkapkan waktu itu, walau aku bawa dengan cara yang dibenarkan.

Setiap debu yang terlintas dengan membawa satu suara yang telah lalu itu, selalu akan terpaku selama berhari hari..

Begitu kuat nya dia masuk dalam kehidupan waktu itu dan hingga sekarang seperti aku berusaha menariknya keluar tapi tangannya seakan berpegang pada tulang tulangku, yang ketika dibalik perkataan ini akan menjadi realita yang sebenarnya terjadi dan tersirat jauh lebih baik untuk aku mengungkapkannya..



Hingga drama di pulau itu terjadi, sampai sesak rasanya di ruangan yang lebar ini, mungkin jika aku gila, terbang ke tempat itu pun akan ku lakukan..

Kemarahan kepada semua orang yang aku sesali waktu itu.

Tapi tersadar lagi ketika mengingat pukulan yang begitu keras waktu itu yang seharusnya bisa menghancurkan apapun yang ada dalam kejiwaan ini, nyatanya masih tetap tegar tak retak sedikitpun perasaan itu dan tersadar lagi, ada Persimpangan Lain Se-jalur yang bisa aku pilih lagi, dengan menengadahkan tanganku seraya bertunduk kepada Rabb-ku..

Sampai Jumpa di Coretan lain..

Komentar