Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

I Hate The Most of Yours

Gambar
Langkah Fluktuasi yang kukira takkan kunjung reda ternyata mulai bermuara ke sebuah sudut yang  menjadikan ini sebagai langkah frustasi. Tak sudi lah aku berkecimpung di sudut ini yang akhirnya berakhir pada sebuah konklusi aku membenci sebagian besar apa yang kamu miliki. Sesuatu itu tak berwujud, namun sangat mempengaruhi semua sendi kehidupan ku yang dulu bahkan sekarang. Apa yang kau miliki bahkan tak bisa kita lihat namun sekali kau melangkahkan nya, itu akan menciptakan lukisan abstrak bertinta darah dalam benakku.. Apakah ini sebuah konklusi yang tepat? Wallahu a'lam Bishawab, tak mungkin aku berdiskusi sendiri sedangkan Dia yang selalu bersamaku, mengetahui apa yang sebenarnya kurasakan.. Pada intinya adalah ketika ini semua berbenturan dari awal hingga akhir.. Aku simpulkan semua bermuara kepada titik dimana ini lah aku sebagai seorang manusia.. Membenci apa yang kau miliki itu bukan membenci mu secara mutlak, namun sangat berbalik ke arahku yang berarti aku memb...

Fluktuasi Langkah

Gambar
Ketika mencoba untuk memikirkannya lebih jauh, tiba tiba sebuah peringatan untuk berbalik ke arah yang membuat fluktuasi langkah itu muncul.. Mencoba untuk acuh terhadap kurangmu namun selalu terbayang oleh ucapan ucapan.. Obat mana lagi yang mampu diciptakan manusia untuk penyakit ini.. Senja, yakin kan aku jika kau buruk bagiku dan yakinkan aku jika kau baik bagiku.. Atau harus aku minta kepada yang Maha membolak balikan hati, agar milikku sendiri dibalik-Nya?  Opsi mu terlalu banyak, faktormu lebih banyak, dan pandanganku tak lain hanyalah satu, susah untuk melihat kekuranganmu wahai senja.. Walau banyak yang mencaci engkau senja, titik fokus ku hanya pada keindahanmu Senja, kau Fluktuasi Langkah-ku

Senja, Rindukah?

Gambar
Tak tau lah.. Tanyakan saja pada yang merasakan, akan berarti gila jika aku yang bertanya, kecuali itu introspeksi.. Cerita cerita itu melemahkan niatku sebelumnya.. Ragu? Sangat.. Namun masih ada bulir bulir harapan yang siap aku buka satu satu hingga menjadi sebuah jawaban yang siap untuk aku baringkan di arah mataku memandang tentangmu.. Bantu aku untuk menyiapkan itu wahai senja yang dirindu.. Sampai jumpa di Coretan Lain..

Sejenak Berbalik

Gambar
Terlintas kembali kala dimana aku tersungkur, tak bisa membedakan mana kau dan mana engkau yang memang engkau.. Cerita kala terik ini, membuatku terbawa berselancar lagi di gua peristiwa itu. Kata nya yang seolah itu memang benar atau memang benar, semakin menguatkan pikiranku tentang mu.. Bagaimana aku bisa menjaga dari sini? Aku ulas lagi pola hidupku yang sekarang.. Hanya mungkin malam malam itu aku sering tidak bangun, untuk menyandarkan dahiku pada kain indah itu dan bercerita kepada-Mu Aku hanya terlalu egois untuk hal itu, mungkin ini yang membuat ku tak berada di jalur kanan seperti di awal aku melangkahkan kaki ku.. Adakah advokat yang siap membela aku dalam gua ini? sedangkan aku tak pernah mencarinya.. Namun banyak ingatan ingatan yang lain tentang mu yang bisa ku simpan dalam kehidupanku sekarang, tanpa harus melihat sisi kelam waktu itu.. Siapa dibalik semua ini adalah orang yang aku pikirkan ketika nama sylusleef hendak tiba.. Jangan pernah membalikkan badan mu ket...

Rinduku Dibenarkan

Gambar
Tak ada salah ketika sebuah rentetan cahaya yang berdiam diatas ribuan warna yang membentuk memori itu mengingatkanku pada kejadian di bulan bulan penuh ke abu abu-an. Hal yang membuat teringat kembali pada hari itu adalah dalam diriku sendiri yang masih menyimpan hal yang sama dengan yang ku ungkapkan waktu itu, walau aku bawa dengan cara yang dibenarkan. Setiap debu yang terlintas dengan membawa satu suara yang telah lalu itu, selalu akan terpaku selama berhari hari.. Begitu kuat nya dia masuk dalam kehidupan waktu itu dan hingga sekarang seperti aku berusaha menariknya keluar tapi tangannya seakan berpegang pada tulang tulangku, yang ketika dibalik perkataan ini akan menjadi realita yang sebenarnya terjadi dan tersirat jauh lebih baik untuk aku mengungkapkannya.. Hingga drama di pulau itu terjadi, sampai sesak rasanya di ruangan yang lebar ini, mungkin jika aku gila, terbang ke tempat itu pun akan ku lakukan.. Kemarahan kepada semua orang yang aku sesali waktu itu. Tapi tersada...

Terungkap Kala Itu

Gambar
Masuk sebuah cerita dimana hijau dan abu abu berdampingan Merangkai kayu yang tersebar patah - patah tak berarah hanya karena khilaf dalam jahiliyah nya yang juga aku berperan di dalamnya. Apa yang aku maksudkan adalah kejadian setelah aku menemukan mortalisme mortal dan tersambung dengan jalan yang remang remang namun terbuka dengan jelas. Dimana satu lukisan cahaya yang dimunculkan dalam layar 5inch dapat memukul keras hatiku yang telah lama kubakar dan kembali dia membekukannya, begitu seterusnya hingga hal tadi terjadi. Langkah qalb ku pun tak bisa aku kendalikan, entah darimana semua rangkaian bagai prototype pola pikirku yang sekarang, bisa muncul. Terungkaplah kata yang hanya bisa aku kiaskan saat ini dengan "Aku telah menemukan titik Al'awdat 'iilaa Diarihim" Tak terbayang bagiku apa yang dia rasakan.. Teringat kembali kala itu yang terakhir.. Dimana sangat tak bisa dipercaya bagiku saat itu, ketika manis yang muncul kala itu dan sofa merah gel...