Terungkap Kala Itu


Masuk sebuah cerita dimana hijau dan abu abu berdampingan

Merangkai kayu yang tersebar patah - patah tak berarah hanya karena khilaf dalam jahiliyah nya yang juga aku berperan di dalamnya.
Apa yang aku maksudkan adalah kejadian setelah aku menemukan mortalisme mortal dan tersambung dengan jalan yang remang remang namun terbuka dengan jelas.
Dimana satu lukisan cahaya yang dimunculkan dalam layar 5inch dapat memukul keras hatiku yang telah lama kubakar dan kembali dia membekukannya, begitu seterusnya hingga hal tadi terjadi.
Langkah qalb ku pun tak bisa aku kendalikan, entah darimana semua rangkaian bagai prototype pola pikirku yang sekarang, bisa muncul.
Terungkaplah kata yang hanya bisa aku kiaskan saat ini dengan "Aku telah menemukan titik Al'awdat 'iilaa Diarihim"

Tak terbayang bagiku apa yang dia rasakan..

Teringat kembali kala itu yang terakhir.. Dimana sangat tak bisa dipercaya bagiku saat itu, ketika manis yang muncul kala itu dan sofa merah gelap menjadi saksi-nya.. Hal yang sangat berbanding terbalik dengan yang kudapati dalam layar 5inch itu..
Itu hanya ironi ketika jiwaku berada dalam posisi dan waktu itu..

Ketika aku mulai menata kayu kayu yang tersebar patah - patah itu..
Mulailah sebuah perpecahan yang berada dalam ke khusyukan kala itu
Ternyata yang kudapati sebuah Mata-Mata Cinderamata, yang entahlah, aku pun sudah malas unuk menuliskannya..

Sampai Jumpa di Coretan Lain..

Komentar